 | RENCANA HIDUP | |
Allah mempunyai rencana untuk hidup kita masing-masing, untuk saya, untuk Anda. Yang Allah rencanakan untuk Anda (atau saya) jauh lebih indah daripada yang dapat Anda (atau saya) bayangkan. Ia memegang teguh rencanaNya dan akan melaksanakan rencana itu sampai yang sekecil-kecilnya. Untuk itu Ia akan melakukan apa pun yang perlu. Marilah bekerjasama dengan Allah, sebab jika tiba waktunya kita diperbolehkan melihat realisasi rencanaNya, kita akan bersujud dengan penuh syukur dan menghaturkan: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah balatentara”.
  | Photos | |
persahabatan 5 Photos, 6 comments
|
 |  | Blog | |
  | Guestbook | |
 |
ya, saya memang pernah tidur di tempat bapak, bersama dengan Romo Antoro dan Frater Triwidi. saya sekarang ditugaskan di paroki Purbowardayan, Solo.... mungkin sebagai pengingatnya: kita terakhir bertemu pada saat pentahbisan Mgr Pujo di Bandung. Waktu itu Bapak datang bersama dengan Ibu Prast. Mungkin itu dulu... Berkah Dalem, |
 |
Romo Alip sugeng tepang ugi. Panjenengan lenggah wonten pundi? Menapa sampun nate pinarak dhateng griya kula ing Jl. Arjuna II Masnaga Bekasi? Kula kemutan wonten romo asma Alip ingkang sampun nate sipeng wonten griya kula. |
 |
Wurst putih sempat mencicipi. Tapi udah lupa rasanya, habis sudah berapa tahun yg lalu. Kalau anggurnya, anggur Jerman agaknya kalah yang dari anggur Itali dan Perancis. Anda udah pernah jalan-jalan ke Roma? Banyak loh orang Jerman yang ke sana di musim panas. |
 |
ndherek tepang, kulo Romo Alip
|
 |
Cerita dikit nih perihal Bundesbahn. Aku pernah naik kereta api dari Muenchen ke Frankfurt. Tahu ndak, berangkatnya telat 5 menit. Aku kaget: di Jerman bisa terlambat juga? Tapi, aku simak jadwal perjalanan dari stasiun ke stasiun. Tampak sekali bahwa masinisnya berusaha mengejar keterlambatan dan apa jadinya? Sampai di Frankfurt HBh 2 menit lebih awal! Bukan main. Waktu belajar bahasa Jerman, banyak mahasiswa/i asing lainnya. Ada yang Yunani, dengan mata yang aduhai, dst. Waktu itu aku sampai udah berani menjawab telpon di rumah Schriftteller di barat Muenchen. Masih panjang dah ceritanya, disambung lagi nanti.  Hahaha.. Di German emang sering banget keretanya telat. ya gitu deh emang kalau jalan pake Bahn kek main kejar2an. kalau ke Belanda aku sering naik Kereta juga walaupun harus main kejar2an.
kalau di kelasku kebanyakan Rusia dan seberapa Arabian. aku satu2nya orang Asia di kelasku,seberapa lagi dari Amerika latin.
Kalau emang dah berani angkat telefon berarti Bahasa Germannya dah Ok punya,Pak. apalagi Munchen punya dialek yang kadang sulit di tangkap. waktu kemarin ujian,kita sempat bilang ke dozent, kalau ujian wawancaranya nanti yang wawancara Dozentnya dari Goethe Munchen atau sekitar stutgart kita akan pulang deh hahaha. Tapi syukurnya datang dari Goethe Hannover.
trus sempat rasa Wurst putih gak,Pak ? hehehe. tah tunggu ceritanya...
|
 |
Cerita dikit nih perihal Bundesbahn. Aku pernah naik kereta api dari Muenchen ke Frankfurt. Tahu ndak, berangkatnya telat 5 menit. Aku kaget: di Jerman bisa terlambat juga? Tapi, aku simak jadwal perjalanan dari stasiun ke stasiun. Tampak sekali bahwa masinisnya berusaha mengejar keterlambatan dan apa jadinya? Sampai di Frankfurt HBh 2 menit lebih awal! Bukan main. Waktu belajar bahasa Jerman, banyak mahasiswa/i asing lainnya. Ada yang Yunani, dengan mata yang aduhai, dst. Waktu itu aku sampai udah berani menjawab telpon di rumah Schriftteller di barat Muenchen. Masih panjang dah ceritanya, disambung lagi nanti. |
 |
Herrlich loh mbak. Uenak tenan. Lembut, tidak kasar seperti di Jakarta. Padahal masih banyak Brauhauser lain. Sayangnya aku tidak sempat mencicipi semua, sebab cuma 3 bulan buat belajar bahasa Jerman di Ludwig Maximilian Universitat. Sempat berkunjung ke Prokurator di Nurnberg dan mengunjungi rekan-rekan mahasiswa teologi di Offenbacher Landstrasze di Frankfurt.  Wuihhh... Berarti Bahasa Germannya ok punya nih... Aku masih dalam pertempuran nih,Pak. Bulan sepetember mulai lagi ke Stuffe berikutnya. Aku belajar pertama bahasa German di Private Schule,kemudian secara intensive lagi di Volkshochschule. Bulan depan aku balik lagi ke Private Schule,kemudian Maret nanti aku pindah ke Goethe institut.
Bir Putih emang enak euihh.. Minum seember pasti gak puas. kemarin aku sempat mengunjungi perkebunannya. tapi aku pikir di Indonesia juga ada tapi tumbuh liar di hutan.
kalau jalan-jalan di sini emang menyenangkan dan tidak membosankan,cuma melelahkan hehehe.. apalagi pemndangan2 di Autobahn cukup menarik ya Pak ? apalagi dari Munchen masuk Frankfurt...
|
 |
Herrlich loh mbak. Uenak tenan. Lembut, tidak kasar seperti di Jakarta. Padahal masih banyak Brauhauser lain. Sayangnya aku tidak sempat mencicipi semua, sebab cuma 3 bulan buat belajar bahasa Jerman di Ludwig Maximilian Universitat. Sempat berkunjung ke Prokurator di Nurnberg dan mengunjungi rekan-rekan mahasiswa teologi di Offenbacher Landstrasze di Frankfurt. |
 |
Saya sempat ke Hofbrauhaus dengan pelayan wanita yang kekar-kekar. Kalau menyajikan bir yang sebesar pint itu sekali pergi dia bisa menenteng 10 pint. Ya ampun, aku kalah deh...  hehehe.. kemarin aku sempat mampir di Königssee sekalian minum Bir yang gelasnya gede kek Telaga itu.
Ce Bayern emang kuat hehe.. aku aja megang gelas itu harus 2 tangan. tapi Birnya emang enak ya,Pak ? |
 |
Saya sempat ke Hofbrauhaus dengan pelayan wanita yang kekar-kekar. Kalau menyajikan bir yang sebesar pint itu sekali pergi dia bisa menenteng 10 pint. Ya ampun, aku kalah deh... |
 |
Selamat datang kawan-kawan, yang sudah kenal dan yang mulai kenal. Baru sadar kalau San Mei ada di Jerman Utara ya. Aku dulu beberapa waktu di Munchen, Nurnberg dan Frankfurt. Tak pernah di Preuszen, hi hi...  Sempat minum Bir putih gak,Pak ? |
 |
Kalau Agnes agaknya senang main orgel ya? Wah, pemain orgel itu sungguh bahagia, sebab ditemani sekian banyak komponis yang mengajak memasuki berbagai nuansa hidup yang tak terkatakan. Aku sendiri juga main orgel. Dulu biasa main di gereja Del Gesu dan San Saba. Keduanya di Roma. Salam kenal ya. |
 |
Selamat datang kawan-kawan, yang sudah kenal dan yang mulai kenal. Baru sadar kalau San Mei ada di Jerman Utara ya. Aku dulu beberapa waktu di Munchen, Nurnberg dan Frankfurt. Tak pernah di Preuszen, hi hi... |
 |
Apa kabar Pak ? Izin mampir dan baca-baca lagi. |
 |
Same-same ya, aku di bekasi nih. Kalau sempat mampir di rumah beneran juga boleh, rumahku dekat Taman Galaxy. |
 |
hai....numpang mampir pak...makasih udah liat2 "rumahku"... salam kenal...saya di Jakarta... |
 |
Hallo mas Sabam. Aku punya ipar namanya Luhut Sianturi. Hatinya sangat lembut, lho. Kalau teman yang namanya pakai Si... tak terbilang dah. Selamat berbagi ya. GBU. |
 |
sorry pak....sekarang aku ketuk pintu.....tok..tok...tok... |
 |  |  | Music | |
  |
| |